Banyak bisnis memulai iklan dengan mengarahkan pengunjung langsung ke WhatsApp atau Instagram. Cara itu bisa berhasil, tapi ada batasnya. Ketika bisnis mulai bertumbuh dan budget iklan meningkat, website sendiri menjadi aset yang sulit digantikan.
1. Membangun kepercayaan
Calon pelanggan, terutama untuk produk bernilai besar atau layanan B2B, hampir selalu mencari informasi sebelum menghubungi. Website dengan profil perusahaan, layanan, dan kontak yang jelas memberi kesan bahwa bisnis Anda serius dan bisa dipercaya.
2. Data iklan yang lebih lengkap
Dengan website, Anda bisa memasang Meta Pixel, Google Analytics, dan Google Tag Manager. Data ini membantu platform iklan menemukan audiens yang lebih tepat dan membantu Anda melihat halaman mana yang paling banyak menghasilkan prospek.
3. Landing page yang sesuai dengan iklan
Iklan yang membahas satu produk sebaiknya diarahkan ke halaman yang juga membahas produk tersebut. Pesan yang konsisten antara iklan dan halaman tujuan membuat pengunjung tidak bingung dan lebih mungkin menghubungi Anda.
4. Muncul di pencarian Google
Website yang tersusun dengan baik bisa muncul di hasil pencarian Google secara organik. Artinya, tidak semua pengunjung harus dibayar lewat iklan.
5. Aset milik Anda sendiri
Akun media sosial bisa terkena pembatasan atau perubahan algoritma. Website adalah aset yang sepenuhnya Anda kendalikan, termasuk domain dengan nama bisnis Anda sendiri.
Website seperti apa yang dibutuhkan?
- Cepat dibuka di HP, karena sebagian besar pengunjung datang dari ponsel.
- Informasi layanan dan harga yang jelas.
- Tombol WhatsApp yang mudah ditemukan.
- Tracking iklan yang sudah terpasang sejak awal.
Website tidak harus rumit. Yang penting, setiap halaman punya tujuan yang jelas: membuat pengunjung percaya dan menghubungi Anda.
Butuh bantuan? Tim Trinova siap membantu mengaudit iklan dan website bisnis Anda. Konsultasi gratis via WhatsApp.
