Saat menjalankan iklan di Meta, TikTok, atau Google, ada banyak angka yang muncul di dashboard: impresi, klik, CTR, CPM. Semua angka itu berguna, tapi untuk pemilik bisnis ada satu pertanyaan yang paling penting: berapa penjualan yang dihasilkan dari setiap rupiah iklan? Jawabannya ada di ROAS.
Apa itu ROAS?
ROAS (Return on Ad Spend) adalah perbandingan antara pendapatan yang dihasilkan iklan dengan biaya iklan yang dikeluarkan. Rumusnya sederhana:
ROAS = Pendapatan dari iklan ÷ Biaya iklan
Contoh: jika Anda menghabiskan Rp2.000.000 untuk iklan dan menghasilkan penjualan Rp10.000.000, maka ROAS Anda adalah 5x. Artinya, setiap Rp1 iklan menghasilkan Rp5 pendapatan.
Berapa ROAS yang sehat?
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua bisnis. ROAS yang sehat bergantung pada margin keuntungan produk Anda. Bisnis dengan margin tipis membutuhkan ROAS lebih tinggi agar tetap untung, sedangkan bisnis dengan margin besar bisa tetap untung di ROAS yang lebih rendah.
Cara praktis menentukannya adalah menghitung ROAS impas (break-even):
ROAS impas = 1 ÷ Margin keuntungan
Jika margin kotor produk Anda 40%, ROAS impasnya 1 ÷ 0,4 = 2,5x. Di bawah angka itu, iklan Anda merugi; di atasnya, iklan Anda menghasilkan keuntungan.
Kesalahan yang sering terjadi
- Tracking tidak terpasang dengan benar. Tanpa pixel atau conversion tracking yang tepat, ROAS di dashboard bisa jauh berbeda dengan penjualan sebenarnya.
- Hanya melihat ROAS harian. Iklan butuh waktu belajar. Evaluasi dalam rentang mingguan atau bulanan lebih akurat.
- Mengabaikan penjualan via WhatsApp. Banyak bisnis di Indonesia closing lewat chat, sehingga penjualannya tidak tercatat di platform iklan. Catat manual dan hitung ulang ROAS-nya.
- Membandingkan dengan bisnis lain. ROAS 3x bisa sangat bagus untuk satu bisnis dan merugi untuk bisnis lain. Patokannya adalah margin Anda sendiri.
Kesimpulan
ROAS adalah alat ukur yang paling dekat dengan kondisi kas bisnis Anda. Hitung ROAS impas terlebih dahulu, pastikan tracking berjalan, lalu jadikan angka itu acuan setiap kali mengevaluasi iklan.
Butuh bantuan? Tim Trinova siap membantu mengaudit iklan dan website bisnis Anda. Konsultasi gratis via WhatsApp.
